Sejarah Olahraga Sepeda

Masyarakat modern saat ini tentunya sudah tak asing lagi dengan olahraga yang satu ini. Bersepeda, olahraga yang murah dan mudah untuk dilakukan.

Kegiatan ini bukan hanya dijadikan sebagai olahraga. Namun, saat ini keberadaannya menjadi sebuah gaya hidup yang harus dilakoni masyarakat demi hidup yang lebih sehat.

Bukan hanya sebagai cara untuk meningkatkan derajat kebugaran masyarakat saja, namun juga sebagai transportasi untuk bekerja sehari – hari.

Salah satunya mengatasi dan terhindar dari kemacetan. Kegiatan ini sering disebut dengan bike to work, bersepeda untuk bekerja.

Perkembangan olahraga sepeda semakin meningkat. Bukan hanya digunakan untuk kegiatan olahraga pagi saja.

Namun kini semakin disemarakkan dengan kegiatan petualangan menggunakan sepeda. Bersepeda bukan hanya dilakukan di atas permukaan tanah yang rata, namun juga bisa dilakukan di segala macam medan.

Bahkan, kini kegiatan bersepeda melintasi pegunungan semakin marak dilakukan oleh masyarakat. Hal ini didkukung juga dengan fasilitas sepeda khusus gunung atau sepeda gunung.

Pecinta olahraga sepeda sifatnya sama dengan olahraga air, di mana olahraga ini bisa dijadikan olahraga rekreasi dan olahraga prestasi.

Olahraga rekreasi tujuannya untuk kegiatan pengisi waktu luang yang menyehatkan. Sementara olahraga prestasi bertujuan untuk sebuah kemenangan dan merih medali.

Olahraga sepeda yang bersifat olahraga prestasi disebut balap sepeda. Manfaat melakukan olahraga sepeda adalah bisa meningkatkan kekuatan paru – paru, terhindari dari nyeri pada lutut, membuat jantung lebih sehat, dan tubuh menjadi langsing karena bisa menurunkan berat badan.

Munculnya olahraga sepeda berasal dari Negara Perancis. Kegiatan bersepeda sudah ada sejak abad 18. Saat itu dinamakan velocipede, yaitu kendaraan dengan roda berjumlah dua.

Dahulu, perangkat yang digunakan untuk membuat sepeda berbahan kayu dan sangat primitif. Saat itu, velocipede ini harus digunakan oleh dua orang yang harus memutar pada sisi kanan dan sisi kiri. Hebatnya, velocipede ini dapat menempuh kecepatan hingga 110 km/jam.

Velocipede pun semakin diperbaiki penggunaannya. Seorang pria kelahiran Skotlandia bernama Kirkpatrick, merancang sebuah pedal yang dikhususkan untuk sepeda.

Sifatnya lebih tampak seperti pendorong. Selain membuat pedal, Kirkpatrick juga mencoba membuat stang atau pegangan sepeda.

Lalu, seorang pria berkebangsaan Perancis membuat sebuah pemberat yang dapat menjadikan laju dari velocipede ini lebih stabil.

Pria itu bernama Ernest Michaux. Tidak lama, muncul lagi sebuah nama yang makin menyempurnakan velocipede ini menjadi sebuah alat transportasi yang lebih baik dan layak.

Pierre Lallement adalah orang yang membuat penguat untuk roda dan juga membuat sebuah lingkaran besi (velg).

Pierre juga memperkenalkan sepeda buatannya dengan komposisi roda depan yang berukuran lebih besar dari roda belakang.

Walaupun menunjukkan sebuah perubahan yang baik, tapi keberadaan sepeda roda dua masih dianggap belum memenuhi standar, terutama standar keselamatan dan ke amanan penggunanya.

Sehingga pada tahun 1880, dibuatlah sepeda dengan tiga roda yang dirasa cukup aman untuk di kendarai, terlebih untuk wanita.

Hingga kini, sepeda diciptakan sedemikian rupa demi tercapainya kepuasaan penggunanya. Tidak hanya manfaatnya, akan tetapi pada perangkat tambahan Iainnya, serta model dan warnanya yang unik.

Olahraga sepeda atau balap sepeda merupakan olahraga yang masuk dalam daftar cabang olahraga yang dilombakan pada Olimpiade.

Salah satunya dalam Olimpiade London yang diselenggarakan pada tahun 2012. Pada Olimpiade London ini, 18 medali emas disuguhkan bagi para juara di cabang olahraga balap sepeda.

Adapun beberapa nomor yang dilombakan seperti nomor BMX, road, track, dan mountain bike. BMX mulai bergabung dan masuk dalam daftar cabang olahraga yang diperlombakan di Olimpiade. Olahraga balap sepeda resmi dilombakan pada Olimpiade Beijing tahun 2008.

Track cycling lebih dikenal dengan istilah penjelajahan menggunakan sepeda melintasi pegunungan. Namun kini, track cycling dapat dilakukan dalam sebuah ruang yang sangat besar dengan kemiringan lintasannya mencapai 4-2 derajat.

Penggunaan lintasan semacam ini sering disebut dengan velodrom. Mulai dari lintasan dan kostum yang digunakan berbeda dengan balap sepeda pada umumnya. Tampilan pembalap lebih terlihat unik, tampak seperti makhluk luar angkasa.